Pada dasarnya, salah satu keputusan paling krusial dalam penyusunan tesis S2 adalah memilih metodologi penelitian yang tepat.
Namun, banyak mahasiswa pascasarjana justru mengalami revisi berulang atau penolakan proposal. Kondisi ini sering muncul karena mahasiswa kurang tepat dalam menentukan pendekatan penelitian, terutama antara metodologi kualitatif dan kuantitatif.
Selain itu, sebagian mahasiswa memilih metode penelitian karena ikut-ikutan atau menganggap metode tertentu lebih mudah. Padahal, peneliti seharusnya menentukan metodologi berdasarkan tujuan penelitian, jenis data, dan pertanyaan riset.
Oleh karena itu, melalui artikel ini, PT Lentera Statistics Indonesia membahas metodologi kualitatif vs kuantitatif S2. Dengan pembahasan ini, mahasiswa dapat menyusun tesis yang lebih terarah dan kuat secara akademik.
Kenapa Pemilihan Metodologi Menentukan Kualitas Tesis?
Pada praktiknya, metodologi penelitian bukan sekadar formalitas akademik. Sebaliknya, metodologi menentukan arah dan kualitas keseluruhan penelitian.
Secara khusus, metodologi memengaruhi beberapa aspek penting berikut.
- Jenis data yang peneliti kumpulkan
- Cara peneliti memperoleh data
- Teknik analisis yang peneliti gunakan
- Kedalaman dan validitas temuan
Akibatnya, penguji tesis akan langsung menilai kesesuaian metode dengan tujuan penelitian. Jika peneliti tidak menyelaraskan keduanya, penguji biasanya meminta revisi proposal.
Memahami Metodologi Penelitian Kualitatif
Secara umum, metodologi kualitatif berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena. Selain itu, pendekatan ini menekankan proses, konteks, dan makna yang dialami subjek penelitian.
Ciri Utama Metode Kualitatif
- Pertama, peneliti mengumpulkan data berbentuk kata atau narasi
- Selain itu, peneliti melibatkan jumlah subjek yang relatif terbatas
- Selanjutnya, peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian
- Pada akhirnya, peneliti melakukan analisis secara interpretatif
Contoh Penelitian Kualitatif S2
- Misalnya, pengalaman guru dalam menerapkan kurikulum baru
- Selain itu, persepsi pasien terhadap layanan kesehatan
- Di sisi lain, budaya organisasi dalam suatu perusahaan
Dengan pendekatan ini, peneliti dapat menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi.
Memahami Metodologi Penelitian Kuantitatif
Berbeda dengan kualitatif, metodologi kuantitatif berfokus pada pengukuran variabel dan pengujian hipotesis. Oleh sebab itu, peneliti menggunakan data numerik yang terukur.
Ciri Utama Metode Kuantitatif
- Pertama, peneliti menggunakan data berbentuk angka
- Kemudian, peneliti melibatkan jumlah responden yang relatif besar
- Selanjutnya, peneliti memakai instrumen terstandar
- Akhirnya, peneliti menganalisis data secara statistik
Contoh Penelitian Kuantitatif S2
- Contohnya, pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan
- Selain itu, hubungan motivasi belajar dengan prestasi akademik
- Dengan demikian, faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan
Dengan demikian, metode kuantitatif cocok untuk mengukur hubungan, pengaruh, atau perbedaan antar variabel.
Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif dalam Penelitian S2
| Aspek | Kualitatif | Kuantitatif |
|---|---|---|
| Jenis Data | Narasi dan observasi | Angka dan statistik |
| Tujuan | Pemahaman mendalam | Pengujian hipotesis |
| Jumlah Sampel | Relatif kecil | Relatif besar |
| Analisis | Interpretatif | Statistik |
Tips Memilih Metodologi yang Tepat untuk Tesis S2
1. Sesuaikan dengan Tujuan Penelitian
Jika tujuan penelitian menguji hubungan atau pengaruh antar variabel, peneliti sebaiknya memilih metode kuantitatif. Sebaliknya, jika ingin memahami proses atau makna, peneliti lebih tepat menggunakan metode kualitatif.
2. Perhatikan Pertanyaan Penelitian
Sementara itu, pertanyaan seperti “berapa” atau “seberapa besar” mengarah pada pendekatan kuantitatif. Di sisi lain, pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” lebih sesuai untuk kualitatif.
3. Pertimbangkan Ketersediaan Data
Oleh karena itu, metode kuantitatif membutuhkan jumlah responden yang memadai. Jika akses data terbatas, peneliti dapat memilih pendekatan kualitatif.
4. Sesuaikan dengan Kemampuan Analisis
Selain itu, metode kuantitatif menuntut pemahaman statistik dan software analisis data. Dengan pendampingan yang tepat, mahasiswa dapat mengatasi tantangan ini.
5. Diskusikan dengan Dosen Pembimbing
Pada akhirnya, jika dosen pembimbing memahami metodologi yang dipilih, proses bimbingan dan revisi akan berjalan lebih lancar.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pemilihan metodologi kualitatif atau kuantitatif dalam penelitian S2 harus mengikuti kebutuhan penelitian. Dengan keputusan yang tepat, tesis akan lebih sistematis dan terarah.
Akhirnya, pemahaman metodologi yang baik akan membantu mahasiswa menghasilkan tesis yang berkualitas secara akademik.